Kamis, 18 September 2014

Komunikator Politik




I.                   Pendahuluan
Pembahasan tentang komunikasi politik memang telah menjadi hal yang lazim karena setiap apa yang terjadi dalam kehidupan tak pernah terlepas dan selalu berhubungan dengan politik. Kenyataan yang demikian tentunya menimbulkan berbagai macam respon ataupun tanggapan yang semuanya harus disampaikan melalui sebuah komunikasi.
Berbicara masalah pengertian komunikasi politik, tentunya perlu diketahui pengartian masing-masingnya. Komunikator merupakan pihak yang mengirim pesan kepada khalayak. Oleh karena itu, komunikator biasa disebut pengirim, sumber, source, atau encoder. Sebagai pelaku utama dalam proses komunikasi, komunikator memegang peranan yang sangat penting, terutama dalam mengendalikan jalannya komunikasi. Untuk itu, seorang komunikator harus terampil berkomunikasi, dan juga kaya ide serta penuh daya kreativitas. (Cangara Hafied,2011:87)
Menurut Kartini Kartono (1996:64) bahwa politik dapat diartikan sebagai aktivitas perilaku atau proses yang menggunakan kekuasaan untuk menegakkan peraturan-peraturan dan keputusan-keputusan yang sah berlaku di tengah masyarakat.
Secara sederhana, komunikasi politik adalah komunikasi yang melibatkan pesan-pesan politik dan aktor-aktor politik, atau berkaitan dengan kekuasaan, pemerintahan, dan kebijakan pemerintah. Dengan pengertian ini, sebagai sebuah ilmu terapan, komunikasi politik bukanlah hal yang baru. Komunikasi politik juga bisa dipahami sebagai komunikasi antara “yang memerintah” dan “yang diperintah”.
Mengkomunikasikan politik tanpa aksi politik yang konkrit sebenarnya telah banyak dilakukan oleh mahasiswa, dosen, buruh, PNS dll. Dalam praktiknya, komuniaksi politik sangat kental dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, dalam aktivitas sehari-hari, tidak satu pun manusia tidak berkomunikasi, dan kadang-kadang sudah terjebak dalam kajian komunikasi politik. Berbagai penilaian dan tanggapan orang awam berkomentar soal pemilihan PRESIDEN, ini merupakan contoh kekentalan komunikasi politik.
Komunikasi politik merupakan kata yang yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan. Masyarakat dari berbagai lapisan mulai akrab dengan istilah komunikasi politik. Bersamaan dengan munculnya Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Pemilihan Kepala Daerah dan Pemilihan umum, istilah komunikasi politik pun makin populer. Maraknya para pengamat politik dan pengamat komunikasi politik yang sering menjadio nara sumber diskusi di televisi swasta nasional, menjadikan popularitas dua bidang ini makin merangkak naik. Masyarakat di berbagai daerah pun kian akrab dengan istilah-istilah dari bidang studi ini.
Popularitas studi komunikasi politik tidak lepas dari empat hal. Pertama, munculnya para analisis, pakar dan konsultan yang bergerak di bidang komunikasi politik dalam arena pemilu dan pemilukada. Kedua, meningkatnya space media cetak dan media penyiaran dalam mendiskusikan dan memberikan perkembangan terkini dalam bidang komunikasi politik. Ketiga, meningkatnya demand dari pemerintah, parpol dan kandidat dalam mengembangkan strategi komunikasi politik. Keempat, meningkatnya sejumlah kajian, lembaga riset, dan program studi yang mengembangkan studi bidang komunikasi politik di Indonesia. Kelima, berkembangnya beragam profesi baru di bidang komunikasi politik di Indonesia. Kelima hal ini menjadi pemicu utama dimana bidang komunikasi politik kian dipelajari, didiskusikan dan terus dikaji oleh banyak kalangan.        


II.                Pembahasan
A.    Komunikasi Sebagai Proses Politik
Bagaimana seandainya dalam politik tidak terjadi komunikasi ? Tentunya akan mempengaruhi kinerja politik (atau sistem politik) yang sedang dijalankan. Berbagai komponen infrastruktur dan suprastruktur mengalami keterputusan hubungan sehingga mekanisme yang seharusnya dijalankan tidak bisa berkembang secara dinamis. Misalnya tidak terjadinya komunikasi antara eksekutif dengan legislatif, atau tidak adanya komunikasi antara pemerintah dengan rakyatnya. Berbagai macam kebijakan negara tidak akan tersosialisasikan dan terlaksana dengan baik. Begitu juga berbagai bentuk keterlibatan rakyat dalam politik (sebagai sesuatu yang harus terjadi) akan mengalami hambatan.
Demikian pendapat Gabriel Almond, komunikasi ibarat aliran darah yang mengalirkan pesan politik berupa tuntutan, protes dan dukungan (aspirasi dan kepentingan) ke jantung (pusat) pemrosesan sistem politik. Dan hasil pemrosesan itu dialirkan kembali oleh komuniasi politik yang selanjutnya menjadi feedback sistem politik (Alfian, 1993).
B.     Komunikator Politik
Komunikator Politik merupakan orang (pemerintah) yang menyampaikan pesan politik kepada penerima pesan (rakyat). Artinya seorang komunikator politik haruslah orang yang mengetahui selukbeluk politik dan mngemrti akan perkembangan politik agar pesan yang disampaikannya memberi pengaruh yang baik kepada rakyat. Dalam arti lain elit politik dalam berkomunikasi harus kompeten dibidangnya.
Menurut Dan Nimmo (1989) orang yang kompeten dalam komunikator politik. Diklasifikasikan komunikator utama dalam politik sebagai berikut :
1.      Politikus
2.      Professional, dan
3.      Aktivis



1.      Politikus
Politikus adalah orang yang bercita-cita untuk memegang jabatan pemerintah, tidak peduli apakah mereka dipilih, ditunju, ataiu pejabat karier, dan tidak mengindahkan apakah jabatan itu eksekutif, legislatif atau yudikatif. Daniel Katz (dalam Nimmo, 1989) membedakan politikus kedalam dua hal yang berbeda dengan sumber kejuangan kepentingan politikus pada proses politik yaitu politikus ideologi dan politikus partisan.

a.       Politikus ideologi adalah orang-orang yang dalam proses politik lebih memperjuangkan kepentingan bersama atau publik. Mereka tidak begitu terpusat perhatiannya kepada tuntutan seorang langganan atau kelompoknya. Mereka lebih mementingkan dirinya untuk menetapkan tujuan kebijakan yang lebih luas bahkan mendukung perubahan revolusioner jika hal ini mendatangkan kebaikan lebih bagi bangsa dan negara 
b.      Politikus partisan adalah orang-orang yang dalam politik lebih memperjuangkan atau mementingkan kepentinngan seseorang atau kelompoknya.

2.      Professional
Profesional adalah orang-orang yang mencari nafkahnya dengan berkomunikasi, karena keahliannya dalam berkomunikasi. Komunikator profesional adalah peranan sosial yang relatif baru, suatu hasil sampingan dari revolusi komunikasi yang sedikitnya mempunyai dua dimensi utama yaitu munculnya media massa dan perkembangan serta media khusus (seperti majalah untuk khalayak khusus, station radio, dsb) yang menciptakan publik baru untuk menjadi konsumen informasi dan hiburan. Baik media massa maupun media khusus mengandalkan pebentukan dan pngelolaan lambang-lambang dan khayalak khusus.
           
3.      Aktivis 
Aktivis adalah komunikator politik utama yang bertindak sebagai saluran organisasional dan interpersonal. Pertama, terdapat jurubicara bagi kepentingan yang terorganisasi. Kedua, terdapat pemuka pendapat yang bergerak dalam jaringan interporsonal. Mereka tampil dalam dua bidang yaitu :
1.      Mereka sangat mempengaruhi keputusan orang lain. Artinya, seperti politikus ideologis dan promotor profesional, mereka meyakinkan orang lain kepada cara berpikir mereka.
2.      Mereka meneruskan informasi politik dari media berita kepada masyarakat umum. Dalam arus komuniasi dua tahap gagasan sering mengalir dari media massa kepada pemuka pemdapat dan dari mereka kepada bagian penduduk yang kurang aktif. Banyak studi yang membenarkan pentingnya kepemimpinan pendapat melalui komunikasi interpersonal sebagai alat untuk mengetahui peristiwa-peristiwa yang penting.  

C.    Komunikator Politik dan Kepemimpinan Politik

Nimmo menyatakan bahwa kepemimpinan adalah suatu hubungan di anatar orang-orang di dalam suatu kelompok yang didalamnya satu atau lebih orang (pemimpin) mempengaruhi pengikut di dalam setting tertentu. Lebih lanjut, ilmuwan politik merangkumkan kecenderungan yang membedakan pemimpin dan bukan pemimpin di dalam kelompok.
Pemimpin memperoleh kepuasan yang beragam karena menjadi anggota kelompok, memiliki kepercayaan yang lebih besar tentang kelompok itu dan hubungannya dengan kelompok lain, pemerintah, masalah politik, dan sebagainya. Lebih dari itu, yang dilakukan pemimpin adalah melakukan kegiatan berorientasi tugas, yaitu menetapkan dan bekerja untuk mencapai prestasi atau tujuan kelompok agar pekerjaan dapat diselesaikan. Jika dihubungakan antara pemimpin dengan komunikator politik maka bagi komunikator politik, untuk menjadi pemimpin politik ia harus berperilaku sebagaimana yang diharapkan orang terhadap pemimpin. Oleh sebab itu, komunikator politik utama memainkan peran strategis, bertindak sebagai pemimpin politik dengan menyiarkan pesan-pesan yang oleh para pengikutnya dianggap berarti dan memuaskan, sesuai dengan kepentingan dan nilai-nilai yang mereka yakini.



D.    Komponen Efektivitas Komunikator Politik

Dalam komunikasi politik, komunikator politik merupakan salah satu faktor yang menentukan efektivitas komunikasi. Beberapa studi mengidentifikasi sejumlah karakteristik yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain. Richard E. Petty dan John T. Cacioppo dalam bukunya Attitudes and Persuasion: Classic and Contemporary Approaches, dikatakan bahwa ada empat komponen yang harus ada pada komunikator politik. Yaitu, sebagai berikut :

1.      Kredibiltas (communicator credibility)
Kredibilitas adalah kualitas, kapabilitas, atau kekuatan untuk menimbulkan kepercayaan. Aplikasi umum yang sah dari istilah kredibilitas berkaitan dengan kesaksian dari seseorang atau suatu lembaga selama persidangan. Kesaksian haruslah kompeten dan kredibel apabila ingin diterima sebagai bukti dari sebuah isu yang diperdebatkan.
Kredibilitas sumber mengacu pada sejauh mana sumber dipandang memiliki keahlian dan dipercaya. Semakin ahli dan dipercaya sumber informasi, semakin efektif pesan yang disampaikan. Kredibilitas mencakup keahlian sumber dan kepercayaan sumber.
a.       Keahlian Sumber
Keahlian sumber adalah tingkat pengetahuan yang dimiliki sumber terhadap subjek di mana ia berkomunikasi
b.      Kepercayaan Sumber
Kepercayaan sumber adalah sejauh mana sumber dapat memberikan informasi yang tidak memihak dan jujur
      Para peneliti telah menemukan bahwa keahlian dan kepercayaan memberikan kontribusi independen terhadap efektivitas sumber. Karena sumber yang sangat kredibel menghalangi pengembangan argumen tandingan, maka sumber yang kredibel menjadi lebih persuasif dibanding sumber yang kurang kredibel

2.      Daya Tarik (communicator attractiveness)
Daya tarik seorang komunikator bisa terjadi karena penampilan fisik, gaya bicara, sifat pribadi, keakraban, kinerja, keterampilan komunikasi dan perilakunya. Daya tarik fisik sumber (source physical attractiveness) merupakan syarat kepribadian . Daya tarik fisik komunikator yang menarik umumnya lebih sukses daripada yang tidak menarik dalam mengubah kepercayaan. Beberapa item yang menggambarkan daya tarik seseorang adalah tampan atau cantik, sensitif, hangat, rendah hati, gembira, dll.
3.      Kesamaan
Sumber disukai oleh audiens bisa jadi karena sumber tersebut mempunyai kesamaan dalam hal kebutuhan, harapan dan perasaan. Dari kacamata audiens maka sumber tersebut adalah sumber yang menyenangkan, yang maksudnya adalah perasaan positif yang dimiliki konsumen terhadap sumber informasi.
4.      Power
Sumber yang mempunyai power, menurutnya, akan lebih efektif dalam penyampaian pesan dan penerimaannya daripada sumber yang kurang atau tidak mempunyai power.


III.             Kesimpulan
Pada peristiwa komunikasi manapun, faktor komunikator merupakan suatu unsur yang penting sekali peranannya. Sekalipun nantinya keberhasilan komunikasi yang dimaksud secara menyeluruh bukan hanya ditentukan oleh sumber, namun mengingat fungsinya sebagai pemrakarsa dalam aktifitas yang bersangkutan, maka bagaimanapun juga dapat dilihat betapa menentukannya peran tersebut. Karena itu dalam mengamati proses komunikasi politik, perlu sekali terlebih dahulu memahami karakteristik masing-masing komunikator tersebut, setidak-tidaknya secara umum, guna mendapatkan gambaran tentang bagaimana kelak kemungkinan-kemungkinan yang timbul baik dalam berlangsungnya proses komunikasi itu sendiri, maupun dalam keseluruhan hasil komunikasi yang dilakukan.
Komunikasi politik menjadikan seorang elit politik yang kredibel di bidangnya menjadi sumber utama dalam proses hubungan pesan politik antara pemerintah dan masyarakat yang walaupun keberadan pemerintah disini juga sebagai seorang komunikator politik. Dilain hal seseorang dapat dikatakan sebagai seorang komunikator politik adalah karena dia adalah seorang Politikus, orang yang memiliki cita2 untuh pemerintahan yang baik untuk sebuah kesamaan kebutuhan untuk masyarakat.
Dalam perspektif panggung politik kontemporer, komunikator politik memainkan peran sosial yang utama, khususnya dalam proses pembentukan opini publik. Komunikator politik sebagai pelaku atau sebagai pemimpin yang memiliki potensi dan kompetensi di atas rata-rata dibandingkan warga Negara.




DAFTAR PUSTAKA

Dan Nimmo, 1989. Komunikasi Politik: Komunikator, Pesan dan Media (Edisi Terjemahan oleh Tjun Surjaman). Bandung: PT. Remaja Rordakarya
Zulkarnaen Nasution, 1990, Komunikasi Politik Suatu Pengantar. Jakarta: Yudhistira
Nurudin, 2008. Sistem Komunikasi Indonesia. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada
Nyarwi Ahmad, 2012. Manajemen Komunikasi Politik dan Marketing Politik: Sejarah, Perspektif, dan Perkembangan Riset. Yogyakarta: Pustaka Zaman
Cangara Hafied, 2011. Pengantar Ilmu Komunikasi (Edisi Revisi). Jakarta: Rajagrafindo Persada
Kartono Kartini, 1996. Pendidikan politik. Bandung: Mandiri Maju










0 komentar:

Posting Komentar